Minggu, 08 Maret 2015

meraih kemenangan


السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كَـاتُهُ
اللهُ أكْبَرُ ×9. لآاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهُِ حَمْدَالشَّاكِرِيـْنَ, حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ وَ الْعَاقِـبَتُ لِلُمُتَّـقِيـْنَ وَ لاَعُدْوَانَ اِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْـنَ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْـكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيـُنَ. اَمَّـا بَعْدُ, فَيَا عِبَـادَ اللهِ!  اِتَّـقُ اللهَ وَ كُوْنـُوا مَعَ الصَّـادِقِيـْنَ.
اللهُ أكْبَرُ ×3, وَ ِللهِ الْحَمْدُ!

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat Rahimakumullah!
Teriring takbir tahmid, dan tasbih kita kumandangkan, perasaan haru dan gembira bersatu dalam masing-masing kalbu kita. Terharu karena Ramadhan telah meninggalkan kita semua. Akankah kita kembali bertemu dengan bulan yang suci ini? Dimasa-masa mendatang. Karena itu disaat-saat terharu seperti ini, kita berharap mudah-mudahan amal ibadah kita diterima oleh azza wajalla dengan ucapan Taqobbalallau minna waminkum
Selain itu kita bergembira karena kita sedang merayakan hari kemenangan kaum muslimin dari suatu peperangan yang, sabda Nabi paling dahsyat yaitu perang melawan hawa nafsu. Saat ini jiwa kita digambarkan sebagai jiwa yang suci sesuci kondisi kita dilahirkan, karenanya perayaan ini disebut idul fitri yang berarti kembali pada kesucian jiwa, karena itu kita ucapkan minal aidin wal faidzin
Al-Qur’an mengisyaratkan, bahwa hanyalah jiwa yang suci yang akan dipanggil menghadap Allah dengan al-Nafs al-Muthmainnah, ia akan disemayamkan disisi Allah dalam surganya
$pkçJ­ƒr'¯»tƒ ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ   ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuŠÅÊ#u Zp¨ŠÅÊó£D ÇËÑÈ   Í?ä{÷Š$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ   Í?ä{÷Š$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ  
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
          Hadirin, Ramadhan kini telah berlalu, bulan yang penuh berkah telah pergi meninggalkan kita semua, bulan yang penuh ampunan telah melambaikan tangannya untuk kita, bulan yang membebaskan dari api neraka telah kembali menghadap Allah melaporkan amal-amal kita. Tidakkah kita merasa telah kehilangan Ramadhan, kehilangan bulan yang mulia. Menetes air mata Rasulullah ketika akan berpisah dengan Ramadhan,terpancar kesedihan dari raut wajah Beliau ketika akan berpisah dengan Ramadhan. Sungguh, kalau kita merasakan apa yang dialami Rasulullah kita pasti akan merasakan hal yang sama. Andai umatku tahu tentang kistimewaan ramadhan maka dia akan meminta kepada Allah agar seluruh bulan ini menjadi bulan Ramadhan.
          Sungguh ada pula orang-orang yang mengotori Ramadhan ini dengan perbuatan yang sangat memalukan, tidak berpuasa, makan minum disiang hari tanpa ada perasaan berdosa kepada sang Khalik, tanpa ada rasa takut dengan adzab yang akan Allah balas kepadanya, naudzubillahmindzalik, wahai kaum muslimin...suatu saat nanti akan ada hari pembalasan dimana amal perbuatan kita akan diminta pertanggungjawabannya, mulut tidak bisa berbicara dan Allah yang menjadi hakimnya dan ganjaran perilaku itu akan diganti dengan api neraka yang menyala-nyala
          Tidak ada perpisahan yang lebih mengharukan dari pada perpisahan dengan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya kita semua dihantarkan secara perlahan menuju kefitrahan, kembali kepada kesucian. Ramadhan menyadarkan kita akan arti kehidupan. Kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan kehidupan yang penuh dengan penderitaan. Hanya beberapa saat kita diajarkan untuk merasakan, bagaimana penderitaan orang-orang miskin yang menahan rasa laparnya karena tidak punya uang,………… Titik penciptaan kita yang bersih dan suci. Allah Sang Pencipta tidak pernah bermaksud buruk ketika pertama kali menciptakan manusia. Karena itu tidak mungkin manusia mencapai kesempurnaan dirinya tanpa kembali ke titik asal diciptakannya. Itulah titik di mana manusia benar-benar menjadi manusia. Bukan manusia yang penuh lumuran dosa dan kekejaman. Bukan manusia yang dipenuhi gelimang kemaksiatan dan kedzaliman. Allah swt. menurunkan Al Qur’an untuk menjadi pedoman agar manusia tetap komitmen dengan kemanusiaannya. Yaitu manusia yang saling mencintai karena Allah, saling memperbaiki menuju keimanan sejati, saling tolong menolong menuju peradaban yang kokoh, saling membantu dalam kebaikan bukan saling membantu dalam dosa dan kemungkaran. Allah mengutus nabi-nabi sepanjang sejarah sebagai contoh terbaik bagaimana menjalankan kewajiban kepadaNya. Tidak ada keselamatan kecuali ikut jejak para Nabi. Dan tidak ada keberkahan kecuali bersungguh-sungguh menjalankan ibadah seperti yang para Nabi ajarkan. Itulah tuntunan fitrah. Bahwa setiap manusia tidak akan bisa kembali ke titik fitrahnya tanpa mengikuti ajaran yang disampaikan para Nabi.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
          Masih teringat dalam benak pikiran kita semua, ketika menjelang Ramadhan, kita sekeluarga mendoakan orang-orang yang kita sayangi yang telah menghadap Sang Maha Kuasa kemudian  beramai- ramai kita mendatangi kuburan orang tua untuk membersihkan kuburan ayah, kuburan ibu dengan mengusap-mengusap batu pusaranya, memandang namanya dengan penuh kerinduan, seolah-olah kita memandang wajahnya dengan senyuman. Selanjutnya kita mengirimkan doa yang lahir dari ucapan sang anak yang penuh cinta, penuh sayang, penuh penyesalan atas dosa-dosanya kepada orangtuanya “ALLAHMMAGFIRLAHU WARHAMHU WA’AFIHI WA’FUANHU” Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, dan maafkanlah segala kesalahan-kesalahannya.
          Mengapa kita diwajibkan memuliakan dan menghormati ayah dan ibu? Tak cukup waktu untuk menjawabnya secara lengkap. Secara ringkas dapat kita rincikan bahwa ibu telah mengandung kita Sembilan bulan lamanya, tak pernah merasa jengkel karena ada jabang bayi dalam perutnya. Dirinya bersih dari pamrih, tak punya angan-angan dan pengharapan ingin dibalas oleh anaknya. Sebaliknya , ibu merasa bahagia bila anaknya bahagia, ibu pun merasa susah bila anak sedang susah. Lebih-lebih bagi mereka orang berada. Akan tetapi, sekalipun mereka orang tak punya, si ibu tidak berani makan sebelum anaknya makan, ia tak berani berpakaian bagus sebelum anaknya dibelikan.
          Pantaslah air mata bahagia ibu menjadi rahmat dan jaminan kebahagiaan anaknya. Sebaliknya air mata kepedihan seorang ibu karena ulah anaknya, akan menjadi laknat bagi kehidupannya. Mengapa Uwais al Qarni yang hanya penggembala kambing itu dimuliakan Rasulullah? Sebab siang dan malam seluruh daya hidupnya diberikannya hanya untuk ibunya, sebaliknya, Al Qamah tukang ibadah, tetapi amat sulit menghembuskan nafasnya yang terkahir, sebab ia pernah menyakiti hati ibunya, walaupun pada akhirnya ibunya memaafkan, dan Al Qamah mati dengan khusnul hatimah
          Bila ibu menjadi tumpuan hidup, ayahpun demikian. Keringat ayah siang dan malam membasahi tubuh karena mencari bekal buat hidup anak dan istrinya. Ayah merasa bangga bila anak menjadi sarjana, walaupun ayah tak pernah menikmati bangku sekolah.ayah bahagia bila anak menjadi orang kaya, walaupun ayah tetap miskin papa.
          Pengorbanan seorang ayah tak ada tandingannya, baginya tak ada istilah hina dalam memilih pekerjaan demi anak agar menjadi manusia paripurna. Akan tetapi, terkadang diantara manusia ada yang merasa rendah diri dan merasa hina jika keadaan dan penampilan ayahnya tidak sehebat ayah temannya. Padahal ayah sudah tak peduli dengan keadaan dirinya, ia tidak lagi memperhatikan sehat dan sakit, bahkan ayah sanggup mengorbankan diri hingga ajal, asal anak dan istri sehat dan sejahtra
            Kalau kita hitung dengan penuh kesadaran, betapa ayah dan ibu mengorbankan segalanya buat kita semua. Benarlah sabda Nabi saw ridollahi fi ridolwalidain wasukhtullahi fisukhtilwalidain, keridhoan Allah terletak pada keridhoaan orangtua dan murka Allah terletak pada murka orangtua
          Mengapa kita diwajibkan memuliakan dan menghormati ayah dan ibu? Tak cukup waktu untuk menjawabnya secara lengkap. Secara ringkas dapat kita rincikan bahwa ibu telah mengandung kita Sembilan bulan lamanya, tak pernah merasa jengkel karena ada jabang bayi dalam perutnya. Dirinya bersih dari pamrih, tak punya angan-angan dan pengharapan ingin dibalas oleh anaknya. Sebaliknya, ibu merasa bahagia bila anaknya bahagia, ibu pun merasa susah bila anak sedang susah. Lebih-lebih bagi mereka orang berada. Akan tetapi, sekalipun mereka orang tak punya, si ibu tidak berani makan sebelum anaknya makan, ia tak berani berpakaian bagus sebelum anaknya dibelikan.
          Pantaslah air mata bahagia ibu menjadi rahmat dan jaminan kebahagiaan anaknya. Sebaliknya air mata kepedihan seorang ibu karena ulah anaknya, akan menjadi laknat bagi kehidupannya. Mengapa kita tidak sayang dengan ibu kita?....apakah nanti ketika sudah melihatnya terbujur kaku, melihatnya sudah berpakaian putih yang tidak bisa bergerak lagi...melihatnya diusung dalam keranda dengan ucapan tahlil Laa ilaaha illallah
          Bila ibu menjadi tumpuan hidup, ayahpun demikian. Keringat ayah siang dan malam membasahi tubuh karena mencari bekal buat menghidupi anak dan istrinya. Ayah merasa bangga dan bahagia bila anak-anaknya menjadi orang sukses karena itulah hasil jerih payahnya mengorbankan waktu tenaga fikiran demi sesuap nasi, walaupun ayah saat ini sudah sakit-sakitan, tidak sekuat seperti dulu, tidak tangguh seperti dulu mencari rezeki, karena semuanya telah diberikan untuk kita, anak-anaknya
          Pengorbanan seorang ayah tak ada tandingannya, baginya tak ada istilah hina dalam memilih pekerjaan demi anak agar menjadi manusia paripurna. Akan tetapi, terkadang diantara manusia ada yang merasa rendah diri dan merasa hina jika keadaan dan penampilan ayahnya tidak sehebat ayah temannya. Padahal ayah sudah tak peduli dengan keadaan dirinya, ia tidak lagi memperhatikan sehat dan sakit, bahkan ayah sanggup mengorbankan diri hingga ajal-hingga maut menjemputnya, asal anak dan istri sehat dan bahagia
          Kalau kita hitung dengan penuh kesadaran, betapa ayah dan ibu mengorbankan segalanya buat kita semua. Pantas Nabi saw. Menggariskan bahwa ridha dan benci Allah ada pada ridho keduanya.Sidang id Rahimakumullah
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
          Hari ini adalah hari yang diberkahi, dimuliakan, dan merupakan hari magfirah ampunan Allah swt. Untuk itu marilah kita  sama-sama mengintrospeksi diri terhadap kesalahan dan dosa-dosa kita, baik kepada sesamanya maupun dosa kita kepada Allah swt. Dengan demikian, mudah-mudahan puasa yang telah kita laksanakan sebulan lamanya menjadi wasilah untuk mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin
          Kita telah keluar dengan predikat Muttaqien yang kita peroleh pada bulan Ramadhan, oleh karena itu sifat dan sikap kita didalam melanjutkan hidup dan kehidupan, sudah barang tentu lebih menjaga dan meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah swt, hakikat sabar yang diraih dari puasa hendaklah dijadikan landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan dan rintangan.
          Sebulan penuh umat ini ditata, ditempah, dibina dan digembleng untuk menjadi manusia muttaqien, siap dalam segala suasana, bagaikan tonggak bertuah, condong ia tak menaur, tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan, itulah ummat Muhammad saw yang disebut mu’minin dan mu’minat, ummat yang satu yang menguasai separuh dari isi surga, ummat yang paling awal memasuki surga, disebabkan karena mereka telah  menunaikan ibadah puasa, dan pada hari ini, mereka didoakan oleh malaikat yang berada di langit dan di bumi

Sidang Id Rahimakumullah

          Sambil mengulurkan tangan, kita saling maaf memaafkan, hilanglah silang sengketa, kita hapusakan rasa dendam dan hasud di dalam dada, agar benar-benar menjadi manusia fitrah, menjadi manusia yang bagaikan baru dilahirkan seorang ibu.
          Para perantau dan pengembara muslim yang berbulan-bulan, bertahun-tahun, mencari rizki, dan mengadu nasib di tanah orang, mereka segera pulang ke kampung halaman, dengan harapan mereka dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya, berkumpul bersama ayah, ibu, adik, kakak, anak dan isterinya serta bersama kerabat dan handai taulan, mereka pulang dengan perasaan lega gembira, karena hari ini adalah hari bahagia, hari kunjung mengunjungi, berpeluk-pelukkan diantara sanak family, handai taulan.
          Tugas suci telah selesai dikerjakan hanya untuk meraih keridhoan Allah swt, gembira dan hikmah ini, sangat terasa bagi orang yang berpuasa, pandangan dan rahmat kasih sayang Allah swt tercurah dalam kalbu mereka, pancaran sinar Iman dan takwa terlukis dan terukir diwajah bagaikan purnama raya yang memancarkan cahaya diufuk timur
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Idul fitri artinya kembali kepada kesucian, laksana bayi yang baru lahir kedunia, bersih dari segala noda dan dosa. Oleh karena itu, hari ini merupakan saat yang paling utama untuk mempertebal keimanan dan keislaman kita dengan cara tobat dan bertaqarrub kepada Allah swt. Insya Allah taubat kita diterima Allah swt.
Pada hari ini Allah swt membukakan pintu taubat bagi siapa saja, pada saat ini mari kita perhatikan bakti kepada Allah, mumpung kita masih hidup. Mari kita perlihatkan bakti kepada kedua orang tua, mumpung keduanya masih ada. Bagi yang telah ditinggalkan oleh keduanya, mari kita doakan, mudah-mudahan mereka mendapat tempat yang mulia di sisiNya, mari kita hubungi karib kerabat  dan sahabatnya untuk bersilaturahmi. Dengan cara itu, semoga kita termasuk anak-anak yang soleh
Hadirin kaum muslimin Rahimakumullah
          Cobalah kita renungkan sebuah syair yang membuat Imam Ahmad Menangis :
Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?! Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!” Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…Aku terus menghibur diri dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu… Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar-benar datang, siapakah yang mampu melindungiku… Aku melihat wajah orang-orang… Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?!
Aku akan ditanya, tentang apa -yang kukerjakan di dunia ini- yang dapat menyelamatkanku… Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan agamaku…
          Sungguh celaka aku… Tidakkah ku dengar firman Allah yang menyeruku?! Tidakkah pula kudengar ayat-ayat yang ada di Surat Qoof dan Yasin itu?! Bukankah kudengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?! Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?!
          Maka ya Robb… akulah hambamu yang bertaubat… Tidak ada yang dapat melindungiku, Melainkan Robb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya… Dia-lah yang menunjukkan hidayah kepadaku
Aku telah datang kepada-Mu… maka rahmatilah aku, dan beratkanlah timbanganku… Ringankanlah hukumanku… Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku
Dalam suasana indah dan mubarakah ini marilah kita sama-sama menghadapkan hati kita masing-masing kehadirat Allah SWT seraya menadahkan tangan dan berdoa :
          wahai yang maha menatap, wahai yang maha agung dan maha perkasa. ya Allah, wahai yang maha tahu segala lumuran aib dan maksiat, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini. ampuni sekelam apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami. ampunilah diri-diri kami ya Allah, tolonglah kami ya rob.
          bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran kelam masa lalu kami. robbana dzolamna anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriin. ya Allah ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami. ampuni jikalau selama ini kami pernah mendzoliminya, jadikan sisa umur kami menjadi anak yang tahu balas budi ya Allah. rob ampuni kedua orangtua kami, bahagiakan, muliakan sisa umurnya ya Allah. jadikan akhir hayatnya khusnul khotimah. kami mohon kepadamu ya Allah lindungi kami dari mati suul khotimah.
          cahayai kuburnya, kami benar-benar memohon padamu, lindungi dari siksa kuburnyaAllah. jadikan doa kami menjadi cahaya bagi hatinya, cahaya bagi kuburnya. rob balaslah kebaikan orang-orang yang berbuat baik kepada kami. golongkan kami menjadi makhlukmu yang tahu diri dan tahu balas budi ya Allah. ya Allah bukakan hati kami agar dapat merasakan keagunganmu.
          Ya Allah pemegang hati kami, kami memohon ampun dari segala kesalahan kotoran yang selama ini masih melekat ditubuh ini kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan kepada kedua orang tua kami : ayah yang selama ini telah berusaha menghidupi kami membuat kami tumbuh  dewasa menjadi manusia, dan kini ayah telah memutih rambutnya, kulitnya telah habis dimakan sinar matahari, diguyur hujan, panas, demi membesarkan kami. Maafkan dosa-dosa yang telah kami lakukan kepadanya, berikan kami kesempatan untuk membalas budi baik ayah kami yang masih hidup ini ya rabbi. Tapi untuk ayah kami yang telah meninggal sampaikan doa-doa yang kami lafadzkan untuk beliau agar dialam sana dapat tempat yang telah engkau janjikan, yaitu surga bukan tempat neraka jahanam yang ayahku  akan kau siksa oleh azabMu
          Ya rahman ya rahim, ampuni dosa yang telah kami lakukan terhadap ibu yang telah mengandung, merawat, mendidik kami hingga tumbuh dewasa, maafkan atas kesalahan kami selama ini sering kami mencaci, membentak ini adalah kelakuan yang paling engkau laknat terhadap kami, kami tidak menyadari betapa besar kasih sayang ibu yang dengan 9 bulan mengandung kami, menjaga kami, dikeheningan malam beliau datang memeluk kami untuk menghangat tubuh kami dan menetekkan air susunya sebagai rasa cintanya kepada kami, tetapi kami hanya sering meneteskan air matanya karena dosa yang telah kami lakukan. Inilah keburukan – keburukan kami, untuk ibu kami yang telah  meninggal berikanlah tempat yang layak disisimu jangan engkau biarkan dia menanggung siksa Mu, karena kami tahu Eengkau akan mengampuni dosanya dari doa-doa anak-anak yang soleh, orang-orang yang soleh yang mendoakan kedua orang tuannya.
          Ya rahman ya rahim, kami tidak ingin terlambat memohon maaf atas dosa yang telah kami lakukan padanya, ketika kami melihat dia telah terbungkus kain kafan dan kami hanya bisa melihatnya dengan tetesan air mata
          jadikan kening ini menjadi kening yang selalu nikmat bersujud kepadamu. jadikan mata kami menjadi mata yang selalu akrab dengan ayat-ayatmu ya Allah. golongkan telinga ini, menjadi telinga yang selalu rindu mendengar kebenaranmu. jadikan lisan kami menjadi lisan yang terpelihara, yang selalu basah menyebut namamu, yang dapat menjadi cahaya ilmu yang dapat menjadi jalan kebaikan, kemuliaan bagi umatmu.dan lisan yang dapat pulang dengan menyebut namamu ya Allah. ya Allah karuniakan kepada kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. ijinkan jasad ini pulang, kelak jasad yang bersih ya Allah.
          ya Allah karuniakan kepada kami hati yang bening, hati yang tidak pernah bisa lupa kepadamu, hati yang tidak pernah kesepian karena teringat kepadamu. Hati yang terpesona kepadamu, hati yang selalu tentram karena yakin akan jaminanmu, hati yang selalu kaya karena yakin akan pemberianmu, hati yang selalu merasa aman karena yakin akan perlindunganmu yang maha kokoh. ya Allah karuniakan kepada kami hati yang merasakan indahnya cinta, cinta kepada mu ya Allah. golongkan hari-hari kami menjadi hari-hari yang penuh kerinduan, rindu ingin bisa pulang berjumpa denganmu ya Allah. ya Allah jangan biarkan persoalan yang kami hadapi membuat kami mengkhianatimu, melainkan jadikan apapun yang harus kami hadapi membuat kami semakin dekat denganmu, semakin bersyukur atas nikmat darimu, semakin ridho dengan ketentuan apapun darimu. semakin indah dengan kesabaran dan semakin gigih berjuang dijalanmu. rob andai suatu saat malaikat maut menjemput kami, ijinkanlah saat kematian kami saat terindah dalam hidup ini dengan bekal yang cukup ya Allah. ya Allah ijinkan kami wafat khusnul khotimah. allahuma taubatan nasuha….
allahumma hawwin ‘alainaa fisakaraatil mauti wan najaata minannaar, wal’afwa indal hisaab. ya Allah hanya engkaulah segala-galanya bagi kami, kami hanya sekedar makhlukmu yang tiada arti bagimu tapi engkau adalah segala-galanya bagi kami. ijinkan kami pulang dalam ridhomu ya Allah.
          robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataan wa fil aakhi rati hasanatan wa qinnaa ‘adzaabannaar. subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashi fuuna wasalaamun ‘alal mursaliina walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin


Meraih kemenangan di 1 Syawal




















Meraih kemenangan di 1 Syawal
Oleh    : Teddy Lahati, SHI[1]














KHUTBAH 'IDUL FITRI 1433 H

السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَ كَـاتُهُ
اللهُ أكْبَرُ ×9. لآاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهُِ حَمْدَالشَّاكِرِيـْنَ, حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ وَ الْعَاقِـبَتُ لِلُمُتَّـقِيـْنَ وَ لاَعُدْوَانَ اِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْـنَ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْـكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيـُنَ. اَمَّـا بَعْدُ, فَيَا عِبَـادَ اللهِ!  اِتَّـقُ اللهَ وَ كُوْنـُوا مَعَ الصَّـادِقِيـْنَ.
اللهُ أكْبَرُ ×3, وَ ِللهِ الْحَمْدُ!

Ma’asyiral Muslimin wal muslimat Rahimakumullah!
Hari ini Umat Islam di seluruh dunia tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil yang mengagungkan asma Allah berkumandang menyambut hari raya ini. Jutaan manusia, dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai refleksi rasa syukur dan sikap kehambaan mereka kepada Allah SWT
Tidak ada perpisahan yang lebih mengharukan dari pada perpisahan dengan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya kita semua dihantarkan secara perlahan menuju titik fitrah. Titik penciptaan kita yang bersih dan suci. Allah Sang Pencipta tidak pernah bermaksud buruk ketika pertama kali menciptakan manusia. Karena itu tidak mungkin manusia mencapai kesempurnaan dirinya tanpa kembali ke titik asal diciptakannya. Itulah titik di mana manusia benar-benar menjadi manusia. Bukan manusia yang penuh lumuran
dosa dan kekejaman. Bukan manusia yang dipenuhi gelimang kemaksiatan dan kedzaliman. Allah swt. menurunkan Al Qur’an untuk menjadi pedoman agar manusia tetap komitmen dengan kemanusiaannya. Yaitu manusia yang saling mencintai karena Allah, saling memperbaiki menuju keimanan sejati, saling tolong menolong menuju peradaban yang kokoh, saling membantu dalam kebaikan bukan saling membantu dalam dosa dan kemungkaran. Allah mengutus nabi-nabi sepanjang sejarah sebagai contoh terbaik bagaimana menjalankan kewajiban
kepadaNya. Tidak ada keselamatan kecuali ikut jejak para Nabi. Dan tidak ada keberkahan kecuali bersungguh-sungguh menjalankan ibadah seperti yang para Nabi ajarkan. Itulah tuntunan fitrah. Bahwa setiap manusia tidak akan bisa kembali ke titik fitrahnya tanpa mengikuti ajaran yang disampaikan para Nabi.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
            Hadirin, Ramadhan kini telah berlalu, bulan yang penuh berkah telah pergi meninggalkan kita semua, bulan yang penuh ampunan telah melambaikan tangannya untuk kita, bulan yang membebaskan dari api neraka telah kembali menghadap Allah melaporkan amal-amal kita. Tidakkah kita merasa telah kehilangan Ramadhan, kehilangan bulan yang mulia. Menetes air mata Rasulullah ketika akan berpisah dengan Ramadhan,terpancar kesedihan dari raut wajah Beliau ketika akan berpisah dengan Ramadhan. Sungguh, kalau kita merasakan apa yang dialami Rasulullah kita pasti akan merasakan hal yang sama. Betapa tidak, akankah kita menjumpai Ramadhan yang akan datang? Adakah Allah akan kembali menghapus dosa-dosa kita dengan keistimewaan Ramadhan? Adakah kita akan bertarawih bersama? membaca Al-Qur’an bersama? Mudah-mudahan Allah swt akan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan.
            Masih teringat dalam benak pikiran kita semua, ketika menjelang Ramadhan beramai- ramai orang mendatangi kuburan orang tuanya. Membersihkan kuburan ayah, kuburan ibu dengan mengusap-mengusap batu pusaranya, memandang namanya dengan penuh kerinduan, seolah-olah kita memandang wajahnya dengan senyuman. Selanjutnya kita mengirimkan mutiara-mutiara doa, untaian kata-kata untuk memohonkan ampunan terhadapnya “ALLAHMMAGFIRLAHU WARHAMHU WA’AFIHI WA’FUANHU” Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, dan maafkanlah segala kesalahan-kesalahannya.
            Pada hari ini, kita berhari raya. Bergembira menyambut hari kemenangan, menang dari mengalahkan hawa nafsu. Nafsu yang telah digembleng selama sebulan penuh dengan penuh keimanan yang mantap kepada Allah swt. Hari ini semuanya bersuka cita, merayakan idul fitri. Kita semua bagaikan bayi yang baru dilahirkan.putih, suci yang tidak ada setitik dosa. Inilah janji Allah yang telah Allah sampaikan kepada Nabi Muhammad saw, “BARANG SIAPA YANG BERPUASA DIBULAN RAMADHAN DENGAN PENUH KEIMANAN DAN MENGHARAP PAHALA DARI ALLAH SWT, MAKA DOSA-DOSANYA AKAN DIAMPUNI OLEH ALLAH BAGAIKAN BAYI YANG BARU DILAHIRKAN. Kita semua menyambut hari ini dengan penuh kebahagiaan, mengenakan pakaian yang indah, memakai harum-haruman, rumah dibersihkan untuk menyambut tamu yang akan bersilaturrahmi. Hidangan sudah dipersiapkan untuk menjamu tamu yang akan datang seraya saling mengucapkan “MINAL A’IDIN WAL FAIDZIN” mohon maaf lahir dan batin.
            Dari rasa yang bahagia itu, kita telah melupakan orang-orang disekitar kita yang tidak mampu. Ada anak yang kehilangan orang tuanya sejak kecil, mereka tidak lagi merasakan indahnya kasih sayang dari ayah ibunya. Dia hanya bisa terdiam tanpa kata-kata, hanya air mata yang menetes dari kedua bola matanya ketika melihat teman-temannya mengenakan baju yang baru, sepatu yang baru. Tidak ada tempat untuk bermanja, untuk mengadu dibelikan baju yang baru ataupun sepatu yang baru. Di sudut sana juga terlihat ibu-ibu janda yang tidak punya persiapan untuk menyambut hari kemenangan ini, tidak ada tempat untuk meminta uang tuk membuat kue-kue dan masakan demi kebahagiaan hari kemenangan. Masih banyak orang-orang disekliling kita pada hari ini tidak bergembira dalam merayakan idul fitri. Rasulullah saw bersabda : “SAYANGILAH PENDUDUK YANG ADA DI BUMI NISCAYA PENDUDUK LANGIT AKAN MENYAYANGIMU” dalam sabda yang lain “ORANG YANG MENGURUS JANDA DAN SI MISKIN, SEPERTI ORANG YANG BERJUANG DIJALAN ALLAH.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
            Hari ini adalah hari yang diberkahi, dimuliakan, dan merupakan hari magfirah ampunan Allah swt. Untuk itu marilah kita  sama-sama mengintrospeksi diri terhadap kesalahan dan dosa-dosa kita, baik kepada sesamanya maupun dosa kita kepada Allah swt. Dengan demikian, mudah-mudahan puasa yang telah kita laksanakan sebulan lamanya menjadi wasilah untuk mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin
            Ramadhan 1433 Hijriyah telah meninggalkan kita semua, tanda berpisah telah diisyaratkan oleh cahaya merah yang membentang diufuk barat. Setelah sang bahtera surya membenamkan diri keperaduannya, seakan-akan ia mengucap, selamat tinggal wahai ummat Muhammad, selamat tinggal wahai orang-orang yang berpuasa, semoga kamu sekalian dalam rahmat dan magfirah Allah yang Maha Kasih dan celakalah bagi yang tidak berpuasa, mereka akan ditimpa dengan murka dan adzab Allah
            Tatkala fajar 1 syawal menyingsing dini hari tadi, budi akal dan fikiran kita bertukar rasa dengan datangnya hari yang bahagia ini, berbagai kesan dan perasaan yang sangat mendalam didalam jiwa kita masing-masing, datangnya hari ini kita sambut dengan rasa syukur dan gembira, bahagia dan sukacita karena dapat menunaikan menyelesaikan tugas yang mulia, kita yakin dengan janji Allah dalam firmannya :
“Puasa itu untukKu dan Aku sendirilah yang akan membalasnya”
            Kegembiraan kita, karena dapat menunaikan tugas suci yang sangat mulia. Dalam sebuah hadits digambarkan “betapa dahsyat perang Badar, suatu peperangan yang sangat menentukan apakah Agama Islam akan tetap hidup, atau akan hilang dan tenggelam dalam debu sejarah. Perang badar adalah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah islam yang masih muda saat itu.
            Peristiwa ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai perjuangan yang kecil, sedang puasa adalah perjuang yang  besar, perjuangan yang lebih menentukan, perjuangan menaklukkan diri sendiri, melawan gejolak hawa nafsu yang sedang menguasai setiap diri
            Dari pengalaman hidup sehari-hari kita semua merasakan bagaimana sukarnya, sulitnya berhadapan dengan diri sendiri, sehingga perjuangan terhadap dunia yang berada diluar diri kita itu adalah suatu tugas yang mudah, sebabnya karena diri itu dihiasi dengan berbagai macam keinginan terhadap duania, sehingga melupakan nilai-nilai yang lebih baik, lupa kepada cita-cita yang luhur, lupa memupuk martabat Insan Kamil, sebagai manusia yang memiliki kepribadian yang tianggi dan Mulia
            Sepanjang bulan Ramadhan kita telah melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan petunjuk Allah lewat ajaran ibadah Puasa. Pada hari bahagia ini, dan pada hari kemenangan ini, umat Islam keluar dengan penuh kebanggaan, kesuksesan dan kebahagiaan, sambil mengumandangkan takbir memuji dan mengagungkan Allah swt sebagai tanda syukur padaNya
            Kewajiban yang berat dan mulia itu, telah kita tunaikan dengan “imanan wahtisaban”, hari ini umat Islam yang telah menunaikan puasa Ramadhan bagaikan bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibu. Suasana gembira yang mengandung hikmah saat ini adalah anugerah terindah yang diberikan Allah Sang Maha Agung
            Kita telah keluar dengan predikat Muttaqien yang kita peroleh pada bulan Ramadhan, oleh karena itu sifat dan sikap kita didalam melanjutkan hidup dan kehidupan, sudah barang tentu lebih menjaga dan meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah swt, hakikat sabar yang diraih dari puasa hendaklah dijadikan landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan dan rintangan.
            Sebulan penuh umat ini ditata, ditempah, dibina dan digembleng untuk menjadi manusia muttaqien, siap dalam segala suasana, bagaikan tonggak bertuah, condong ia tak menaur, tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan, itulah ummat Muhammad saw yang disebut mu’minin dan mu’minat, ummat yang satu yang menguasai separuh dari isi surga, ummat yang paling awal memasuki surga, disebabkan karena mereka telah  menunaikan ibadah puasa, dan pada hari ini, mereka didoakan oleh malaikat yang berada di langit dan di bumi

Sidang Id Rahimakumullah

            Sambil mengulurkan tangan, kita saling maaf memaafkan, hilanglah silang sengketa, kita hapusakan rasa dendam dan hasud di dalam dada, agar benar-benar menjadi manusia fitrah, menjadi manusia yang bagaikan baru dilahirkan seorang ibu.
            Para perantau dan pengembara muslim yang berbulan-bulan, bertahun-tahun, mencari rizki, dan mengadu nasib di tanah orang,mereka segera pulang ke kampung halaman, dengan harapan mereka dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya, berkumpul bersama ayah, ibu, adik, kakak, anak dan isterinya serta bersama kerabat dan handai taulan, mereka pulang dengan perasaan lega gembira, karena hari ini adalah hari bahagia, hari kunjung mengunjungi, berpeluk-pelukkan diantara sanak family, handai taulan.
            Tugas suci telah selesai dikerjakan hanya untuk meraih keridhoan Allah swt, gembira dan hikmah ini, sangat terasa bagi orang yang berpuasa, pandangan dan rahmat kasih sayang Allah swt tercurah dalam kalbu mereka, pancaran sinar Iman dan takwa terlukis dan terukir diwajah bagaikan purnama raya yang memancarkan cahaya diufuk timur



Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Idul fitri artinya kembali kepada kesucian, laksana bayi yang baru lahir kedunia, bersih dari segala noda dan dosa. Oleh karena itu, hari ini merupakan saat yang paling utama untuk mempertebal keimanan dan keislaman kita dengan cara tobat dan bertaqarrub kepada Allah swt. Insya Allah taubat kita diterima Allah swt.
Pada hari ini Allah swt membukakan pintu taubat bagi siapa saja, pada saat ini mari kita perhatikan bakti kepada Allah, mumpung kita masih hidup. Mari kita perlihatkan bakti kepada kedua orang tua, mumpung keduanya masih ada. Bagi yang telah ditinggalkan oleh keduanya, mari kita doakan, mudah-mudahan mereka mendapat tempat yang mulia di sisiNya, mari kita hubungi karib kerabat  dan sahabatnya untuk bersilaturahmi. Dengan cara itu, semoga kita termasuk anak-anak yang soleh
Hadirin kaum muslimin Rahimakumullah
            Mengapa kita diwajibkan memuliakan dan menghormati ayah dan ibu? Tak cukup waktu untuk menjawabnya secara lengkap. Secara ringkas dapat kita rincikan bahwa ibu telah mengandung kita Sembilan bulan lamanya, tak pernah merasa jengkel karena ada jabang bayi dalam perutnya. Dirinya bersih dari pamrih, tak punya angan-angan dan pengharapan ingin dibalas oleh anaknya. Sebaliknya , ibu merasa bahagia bila anaknya bahagia, ibu pun merasa susah bila anak sedang susah. Lebih-lebih bagi mereka orang berada. Akan tetapi, sekalipun mereka orang tak punya, si ibu tidak berani makan sebelum anaknya makan, ia tak berani berpakaian bagus sebelum anaknya dibelikan.
            Pantaslah air mata bahagia ibu menjadi rahmat dan jaminan kebahagiaan anaknya. Sebaliknya air mata kepedihan seorang ibu karena ulah anaknya, akan menjadi laknat bagi kehidupannya. Mengapa Uwais al Qarni yang hanya penggembala kanbing itu dimuliakan Rasulullah? Sebab siang dan malam seluruh daya hidupnya diberikannya hanya untuk ibunya, sebaliknya, Al Qamah tukang ibadah, tetapi amat sulit menghembuskan nafasnya yang terkahir, sebab ia pernah menyakiti hati ibunya, walaupun pada akhirnya ibunya memaafkan, dan Al Qamah mati dengan khusnul hatimah
            Bila ibu menjadi tumpuan hidup, ayahpun demikian. Keringat ayah siang dan malam membasahi tubuh karena mencari bekal buat hidup anak dan istrinya. Ayah merasa bangga bila anak menjadi sarjana, walaupun ayah tak pernah menikmati bangku sekolah.ayah bahagia bila anak menjadi orang kaya, walaupun ayah tetap miskin papa.
            Pengorbanan seorang ayah tak ada tandingannya, baginya tak ada istilah hina dalam memilih pekerjaan demi anak agar menjadi manusia paripurna. Akan tetapi, terkadang diantara manusia ada yang merasa rendah diri dan merasa hina jika keadaan dan penampilan ayahnya tidak sehebat ayah temannya. Padahal ayah sudah tak peduli dengan keadaan dirinya, ia tidak lagi memperhatikan sehat dan sakit, bahkan ayah sanggup mengorbankan diri hingga ajal, asal anak dan istri sehat dan sejahtra
            Kalau kita hitung dengan penuh kesadaran, betapa ayah dan ibu mengorbankan segalanya buat kita semua. Pantas Nabi saw. Menggariskan bahwa ridha dan benci Allah ada pada ridho keduanya.Sidang id Rahimakumullah
Dalam suasana indah dan mubarakah ini marilah kita sama-sama menghadapkan hati kita masing-masing kehadirat Allah SWT seraya menadahkan tangan dan berdoa :
“ Ya Allah ya Rabbi, dihari raya ini kami bersyukur atas segala nikmat yang telah engkau berikan kepada kami, kenikmatan yang tiada putus-putusnya engkau curahkan keberkahan yang tiada habis-habisnya, engkau limpahkan kepada kami, kami hamba mu datang bersimpuh seraya memohon ampunan atas segala dosa dan salah kami, dosa yang telah kami lakukan kepada orang tua kami, kepada sahabat-sahabat kami, saudara-saudara kami dan terutama  dosa kepada Mu.
Ya Allah pemegang hati kami, kami memohon ampun dari segala kesalahan kotoran yang selama ini masih melekat ditubuh ini kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan kepada kedua orang tua ayah yang selama ini telah berusaha menghidupi kami membuat kami tumbuh  dewasa menjadi manusia, dan kini ayah telah memutih rambutnya, kulitnya telah habis dimakan sinar matahari, diguyur hujan, panas, demi membesarkan kami. Maafkan dosa-dosa yang telah kami lakukan kepadanya, berikan kami kesempatan untuk membalas budi baik ayah kami yang masih hidup ini ya rabbi. Tapi untuk ayah kami yang telah meninggal sampaikan doa-doa yang kami lafadzkan untuk beliau agar dialam sana dapat tempat yang telah engkau janjikan, yaitu surga bukan tempat neraka jahanam yang ayahku  akan kau siksa oleh azabMu
Ya rahman ya rahim, ampuni dosa yang telah kami lakukan terhadap ibu yang telah mengandung, merawat, mendidik kami hingga tumbuh dewasa, maafkan atas kesalahan kami selama ini sering kami mencaci, membentak ini adalah kelakuan yang paling engkau laknat terhadap kami, kami tidak menyadari betapa besar kasih sayang ibu yang dengan 9 bulan mengandung kami, menjaga kami, dikeheningan malam beliau datang memeluk kami untuk menghangat tubuh kami dan menetekkan air susunya sebagai rasa cintanya kepada kami, tetapi kami hanya sering meneteskan air matanya karena dosa yang telah kami lakukan. Inilah keburukan – keburukan kami, untuk ibu kami yang telah  meninggal berikanlah tempat yang layak disisimu jangan engkau biarkan dia menanggung siksa Mu, karena kami tahu Eengkau akan mengampuni dosanya dari doa-doa anak-anak yang soleh, orang-orang yang soleh yang mendoakan kedua orang tuannya.
Ya rahman ya rahim, kami membutuhkan belaian kasih Mu dalam kehidupan ini dan kematian kami nanti, hadirlah dalam setiap detik kehidupan kami jangan biarkan kami tersesat, jangan biarkan kami hidup dalam kegelapan ini, satukan hati dan langkah  kami, jauhkan persengketaan, permusuhan yang ada ditengah-tengah kami, inilah pinta dari hamba-hamba Mu yang membutuhkan pertolongan pada siapa lagi kami memohon selain hanya kepada Mu ya Ilahi rabbi.





[1] Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Anshor, 19-08-2012/01-Syawal-1433