السَّـلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ
وَ بَرَ كَـاتُهُ
اللهُ أكْبَرُ ×9.
لآاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ ِللهُِ
حَمْدَالشَّاكِرِيـْنَ, حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ وَ الْعَاقِـبَتُ لِلُمُتَّـقِيـْنَ
وَ لاَعُدْوَانَ اِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْـنَ. أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْـكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ
صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيـُنَ.
اَمَّـا بَعْدُ, فَيَا عِبَـادَ اللهِ!
اِتَّـقُ اللهَ وَ كُوْنـُوا مَعَ الصَّـادِقِيـْنَ.
اللهُ أكْبَرُ ×3,
وَ ِللهِ الْحَمْدُ!
Ma’asyiral
Muslimin wal muslimat Rahimakumullah!
Teriring takbir tahmid, dan tasbih kita
kumandangkan, perasaan haru dan gembira bersatu dalam masing-masing kalbu kita.
Terharu karena Ramadhan telah meninggalkan kita semua. Akankah kita kembali
bertemu dengan bulan yang suci ini? Dimasa-masa mendatang. Karena itu
disaat-saat terharu seperti ini, kita berharap mudah-mudahan amal ibadah kita
diterima oleh azza wajalla dengan ucapan Taqobbalallau minna waminkum
Selain itu kita bergembira karena kita sedang
merayakan hari kemenangan kaum muslimin dari suatu peperangan yang, sabda Nabi
paling dahsyat yaitu perang melawan hawa nafsu. Saat ini jiwa kita digambarkan
sebagai jiwa yang suci sesuci kondisi kita dilahirkan, karenanya perayaan ini
disebut idul fitri yang berarti kembali pada kesucian jiwa, karena itu kita
ucapkan minal aidin wal faidzin
Al-Qur’an mengisyaratkan, bahwa hanyalah jiwa yang
suci yang akan dipanggil menghadap Allah dengan al-Nafs al-Muthmainnah, ia akan
disemayamkan disisi Allah dalam surganya
$pkçJr'¯»t ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuÅÊ#u Zp¨ÅÊó£D ÇËÑÈ Í?ä{÷$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ Í?ä{÷$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas
lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Hadirin,
Ramadhan kini telah berlalu, bulan yang penuh berkah telah pergi meninggalkan
kita semua, bulan yang penuh ampunan telah melambaikan tangannya untuk kita,
bulan yang membebaskan dari api neraka telah kembali menghadap Allah melaporkan
amal-amal kita. Tidakkah kita merasa telah kehilangan Ramadhan, kehilangan
bulan yang mulia. Menetes air mata Rasulullah ketika akan berpisah dengan
Ramadhan,terpancar kesedihan dari raut wajah Beliau ketika akan berpisah dengan
Ramadhan. Sungguh, kalau kita merasakan apa yang dialami Rasulullah kita pasti
akan merasakan hal yang sama. Andai umatku tahu tentang kistimewaan ramadhan
maka dia akan meminta kepada Allah agar seluruh bulan ini menjadi bulan
Ramadhan.
Sungguh
ada pula orang-orang yang mengotori Ramadhan ini dengan perbuatan yang sangat
memalukan, tidak berpuasa, makan minum disiang hari tanpa ada perasaan berdosa
kepada sang Khalik, tanpa ada rasa takut dengan adzab yang akan Allah balas
kepadanya, naudzubillahmindzalik, wahai kaum muslimin...suatu saat nanti
akan ada hari pembalasan dimana amal perbuatan kita akan diminta
pertanggungjawabannya, mulut tidak bisa berbicara dan Allah yang menjadi
hakimnya dan ganjaran perilaku itu akan diganti dengan api neraka yang
menyala-nyala
Tidak
ada perpisahan yang lebih mengharukan dari pada perpisahan dengan Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya kita semua dihantarkan
secara perlahan menuju kefitrahan, kembali kepada kesucian. Ramadhan
menyadarkan kita akan arti kehidupan. Kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan
dan kehidupan yang penuh dengan penderitaan. Hanya beberapa saat kita diajarkan
untuk merasakan, bagaimana penderitaan orang-orang miskin yang menahan rasa
laparnya karena tidak punya uang,………… Titik penciptaan kita yang bersih dan
suci. Allah Sang Pencipta tidak pernah bermaksud buruk ketika pertama kali
menciptakan manusia. Karena itu tidak mungkin manusia mencapai kesempurnaan
dirinya tanpa kembali ke titik asal diciptakannya. Itulah titik di mana manusia
benar-benar menjadi manusia. Bukan manusia yang penuh lumuran dosa dan
kekejaman. Bukan manusia yang dipenuhi gelimang kemaksiatan dan kedzaliman.
Allah swt. menurunkan Al Qur’an untuk menjadi pedoman agar manusia tetap
komitmen dengan kemanusiaannya. Yaitu manusia yang saling mencintai karena
Allah, saling memperbaiki menuju keimanan sejati, saling tolong menolong menuju
peradaban yang kokoh, saling membantu dalam kebaikan bukan saling membantu
dalam dosa dan kemungkaran. Allah mengutus nabi-nabi sepanjang sejarah sebagai
contoh terbaik bagaimana menjalankan kewajiban kepadaNya. Tidak ada keselamatan
kecuali ikut jejak para Nabi. Dan tidak ada keberkahan kecuali
bersungguh-sungguh menjalankan ibadah seperti yang para Nabi ajarkan. Itulah
tuntunan fitrah. Bahwa setiap manusia tidak akan bisa kembali ke titik
fitrahnya tanpa mengikuti ajaran yang disampaikan para Nabi.
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Masih
teringat dalam benak pikiran kita semua, ketika menjelang Ramadhan, kita
sekeluarga mendoakan orang-orang yang kita sayangi yang telah menghadap Sang
Maha Kuasa kemudian beramai- ramai kita
mendatangi kuburan orang tua untuk membersihkan kuburan ayah, kuburan ibu
dengan mengusap-mengusap batu pusaranya, memandang namanya dengan penuh
kerinduan, seolah-olah kita memandang wajahnya dengan senyuman. Selanjutnya
kita mengirimkan doa yang lahir dari ucapan sang anak yang penuh cinta, penuh sayang,
penuh penyesalan atas dosa-dosanya kepada orangtuanya “ALLAHMMAGFIRLAHU
WARHAMHU WA’AFIHI WA’FUANHU” Ya Allah ampunilah dia, kasihanilah dia, dan
maafkanlah segala kesalahan-kesalahannya.
Mengapa
kita diwajibkan memuliakan dan menghormati ayah dan ibu? Tak cukup waktu untuk
menjawabnya secara lengkap. Secara ringkas dapat kita rincikan bahwa ibu telah
mengandung kita Sembilan bulan lamanya, tak pernah merasa jengkel karena ada jabang
bayi dalam perutnya. Dirinya bersih dari pamrih, tak punya angan-angan dan
pengharapan ingin dibalas oleh anaknya. Sebaliknya , ibu merasa bahagia bila
anaknya bahagia, ibu pun merasa susah bila anak sedang susah. Lebih-lebih bagi
mereka orang berada. Akan tetapi, sekalipun mereka orang tak punya, si ibu
tidak berani makan sebelum anaknya makan, ia tak berani berpakaian bagus
sebelum anaknya dibelikan.
Pantaslah
air mata bahagia ibu menjadi rahmat dan jaminan kebahagiaan anaknya. Sebaliknya
air mata kepedihan seorang ibu karena ulah anaknya, akan menjadi laknat bagi
kehidupannya. Mengapa Uwais al Qarni yang hanya penggembala kambing itu
dimuliakan Rasulullah? Sebab siang dan malam seluruh daya hidupnya diberikannya
hanya untuk ibunya, sebaliknya, Al Qamah tukang ibadah, tetapi amat sulit
menghembuskan nafasnya yang terkahir, sebab ia pernah menyakiti hati ibunya,
walaupun pada akhirnya ibunya memaafkan, dan Al Qamah mati dengan khusnul
hatimah
Bila
ibu menjadi tumpuan hidup, ayahpun demikian. Keringat ayah siang dan malam
membasahi tubuh karena mencari bekal buat hidup anak dan istrinya. Ayah merasa
bangga bila anak menjadi sarjana, walaupun ayah tak pernah menikmati bangku
sekolah.ayah bahagia bila anak menjadi orang kaya, walaupun ayah tetap miskin papa.
Pengorbanan
seorang ayah tak ada tandingannya, baginya tak ada istilah hina dalam memilih
pekerjaan demi anak agar menjadi manusia paripurna. Akan tetapi, terkadang
diantara manusia ada yang merasa rendah diri dan merasa hina jika keadaan dan
penampilan ayahnya tidak sehebat ayah temannya. Padahal ayah sudah tak peduli
dengan keadaan dirinya, ia tidak lagi memperhatikan sehat dan sakit, bahkan
ayah sanggup mengorbankan diri hingga ajal, asal anak dan istri sehat dan
sejahtra
Kalau
kita hitung dengan penuh kesadaran, betapa ayah dan ibu mengorbankan segalanya
buat kita semua. Benarlah sabda Nabi saw ridollahi fi ridolwalidain wasukhtullahi
fisukhtilwalidain, keridhoan Allah terletak pada keridhoaan orangtua dan
murka Allah terletak pada murka orangtua
Mengapa
kita diwajibkan memuliakan dan menghormati ayah dan ibu? Tak cukup waktu untuk
menjawabnya secara lengkap. Secara ringkas dapat kita rincikan bahwa ibu telah
mengandung kita Sembilan bulan lamanya, tak pernah merasa jengkel karena ada
jabang bayi dalam perutnya. Dirinya bersih dari pamrih, tak punya angan-angan
dan pengharapan ingin dibalas oleh anaknya. Sebaliknya, ibu merasa bahagia bila
anaknya bahagia, ibu pun merasa susah bila anak sedang susah. Lebih-lebih bagi
mereka orang berada. Akan tetapi, sekalipun mereka orang tak punya, si ibu
tidak berani makan sebelum anaknya makan, ia tak berani berpakaian bagus
sebelum anaknya dibelikan.
Pantaslah
air mata bahagia ibu menjadi rahmat dan jaminan kebahagiaan anaknya. Sebaliknya
air mata kepedihan seorang ibu karena ulah anaknya, akan menjadi laknat bagi
kehidupannya. Mengapa kita tidak sayang dengan ibu kita?....apakah nanti ketika
sudah melihatnya terbujur kaku, melihatnya sudah berpakaian putih yang tidak
bisa bergerak lagi...melihatnya diusung dalam keranda dengan ucapan tahlil Laa
ilaaha illallah
Bila
ibu menjadi tumpuan hidup, ayahpun demikian. Keringat ayah siang dan malam
membasahi tubuh karena mencari bekal buat menghidupi anak dan istrinya. Ayah
merasa bangga dan bahagia bila anak-anaknya menjadi orang sukses karena itulah
hasil jerih payahnya mengorbankan waktu tenaga fikiran demi sesuap nasi, walaupun
ayah saat ini sudah sakit-sakitan, tidak sekuat seperti dulu, tidak tangguh
seperti dulu mencari rezeki, karena semuanya telah diberikan untuk kita,
anak-anaknya
Pengorbanan
seorang ayah tak ada tandingannya, baginya tak ada istilah hina dalam memilih
pekerjaan demi anak agar menjadi manusia paripurna. Akan tetapi, terkadang
diantara manusia ada yang merasa rendah diri dan merasa hina jika keadaan dan
penampilan ayahnya tidak sehebat ayah temannya. Padahal ayah sudah tak peduli
dengan keadaan dirinya, ia tidak lagi memperhatikan sehat dan sakit, bahkan
ayah sanggup mengorbankan diri hingga ajal-hingga maut menjemputnya, asal anak
dan istri sehat dan bahagia
Kalau
kita hitung dengan penuh kesadaran, betapa ayah dan ibu mengorbankan segalanya
buat kita semua. Pantas Nabi saw. Menggariskan bahwa ridha dan benci Allah ada
pada ridho keduanya.Sidang id Rahimakumullah
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Hari
ini adalah hari yang diberkahi, dimuliakan, dan merupakan hari magfirah ampunan
Allah swt. Untuk itu marilah kita
sama-sama mengintrospeksi diri terhadap kesalahan dan dosa-dosa kita,
baik kepada sesamanya maupun dosa kita kepada Allah swt. Dengan demikian,
mudah-mudahan puasa yang telah kita laksanakan sebulan lamanya menjadi wasilah
untuk mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin
Kita
telah keluar dengan predikat Muttaqien yang kita peroleh pada bulan Ramadhan,
oleh karena itu sifat dan sikap kita didalam melanjutkan hidup dan kehidupan,
sudah barang tentu lebih menjaga dan meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah
swt, hakikat sabar yang diraih dari puasa hendaklah dijadikan landasan yang
kokoh dalam menghadapi tantangan dan rintangan.
Sebulan
penuh umat ini ditata, ditempah, dibina dan digembleng untuk menjadi manusia
muttaqien, siap dalam segala suasana, bagaikan tonggak bertuah, condong ia tak
menaur, tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan, itulah ummat Muhammad
saw yang disebut mu’minin dan mu’minat, ummat yang satu yang menguasai separuh
dari isi surga, ummat yang paling awal memasuki surga, disebabkan karena mereka
telah menunaikan ibadah puasa, dan pada
hari ini, mereka didoakan oleh malaikat yang berada di langit dan di bumi
Sidang Id
Rahimakumullah
Sambil
mengulurkan tangan, kita saling maaf memaafkan, hilanglah silang sengketa, kita
hapusakan rasa dendam dan hasud di dalam dada, agar benar-benar menjadi manusia
fitrah, menjadi manusia yang bagaikan baru dilahirkan seorang ibu.
Para
perantau dan pengembara muslim yang berbulan-bulan, bertahun-tahun, mencari
rizki, dan mengadu nasib di tanah orang, mereka segera pulang ke kampung
halaman, dengan harapan mereka dapat berkumpul dengan seluruh keluarganya,
berkumpul bersama ayah, ibu, adik, kakak, anak dan isterinya serta bersama
kerabat dan handai taulan, mereka pulang dengan perasaan lega gembira, karena
hari ini adalah hari bahagia, hari kunjung mengunjungi, berpeluk-pelukkan
diantara sanak family, handai taulan.
Tugas
suci telah selesai dikerjakan hanya untuk meraih keridhoan Allah swt, gembira
dan hikmah ini, sangat terasa bagi orang yang berpuasa, pandangan dan rahmat
kasih sayang Allah swt tercurah dalam kalbu mereka, pancaran sinar Iman dan
takwa terlukis dan terukir diwajah bagaikan purnama raya yang memancarkan
cahaya diufuk timur
Allahu akbar 3x walillahil hamdu
Idul fitri artinya
kembali kepada kesucian, laksana bayi yang baru lahir kedunia, bersih dari
segala noda dan dosa. Oleh karena itu, hari ini merupakan saat yang paling
utama untuk mempertebal keimanan dan keislaman kita dengan cara tobat dan
bertaqarrub kepada Allah swt. Insya Allah taubat kita diterima Allah swt.
Pada hari ini Allah swt
membukakan pintu taubat bagi siapa saja, pada saat ini mari kita perhatikan bakti
kepada Allah, mumpung kita masih hidup. Mari kita perlihatkan bakti kepada
kedua orang tua, mumpung keduanya masih ada. Bagi yang telah ditinggalkan oleh
keduanya, mari kita doakan, mudah-mudahan mereka mendapat tempat yang mulia di
sisiNya, mari kita hubungi karib kerabat
dan sahabatnya untuk bersilaturahmi. Dengan cara itu, semoga kita
termasuk anak-anak yang soleh
Hadirin kaum muslimin Rahimakumullah
Cobalah kita renungkan sebuah syair
yang membuat Imam Ahmad Menangis :
Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau
bermaksiat kepada-Ku?! Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah
dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!” Maka bagaimana aku menjawabnya, dan
siapa yang mampu melindungiku…Aku terus menghibur diri dengan angan-angan
(dunia) dari waktu ke waktu…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu… Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu… Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…
Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar-benar datang, siapakah
yang mampu melindungiku… Aku melihat wajah orang-orang… Tidakkah ada diantara
mereka yang mau menebusku?!
Aku akan ditanya, tentang apa -yang kukerjakan di dunia ini-
yang dapat menyelamatkanku… Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan
agamaku…
Sungguh celaka
aku… Tidakkah ku dengar firman Allah yang menyeruku?! Tidakkah pula kudengar
ayat-ayat yang ada di Surat Qoof dan Yasin itu?! Bukankah kudengar tentang hari
kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?! Bukankah kudengar pula
panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?!
Maka ya Robb…
akulah hambamu yang bertaubat… Tidak ada yang dapat melindungiku, Melainkan
Robb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya… Dia-lah yang menunjukkan
hidayah kepadaku
Aku telah datang kepada-Mu… maka rahmatilah aku, dan
beratkanlah timbanganku… Ringankanlah hukumanku… Sungguh Engkaulah yang paling
kuharapkan pahalanya untukku
Dalam suasana indah dan
mubarakah ini marilah kita sama-sama menghadapkan hati kita masing-masing
kehadirat Allah SWT seraya menadahkan tangan dan berdoa :
wahai yang maha menatap, wahai yang
maha agung dan maha perkasa. ya Allah, wahai yang maha tahu segala lumuran aib
dan maksiat, ampunilah sebusuk apapun diri-diri kami selama ini. ampuni sekelam
apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami. ampunilah diri-diri
kami ya Allah, tolonglah kami ya rob.
bukakan lembaran-lembaran baru yang
bersih yang menggantikan lembaran kelam masa lalu kami. robbana dzolamna
anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriin. ya
Allah ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh
kami. ampuni jikalau selama ini kami pernah mendzoliminya, jadikan sisa umur
kami menjadi anak yang tahu balas budi ya Allah. rob ampuni kedua orangtua
kami, bahagiakan, muliakan sisa umurnya ya Allah. jadikan akhir hayatnya
khusnul khotimah. kami mohon kepadamu ya Allah lindungi kami dari mati suul
khotimah.
cahayai kuburnya, kami benar-benar
memohon padamu, lindungi dari siksa kuburnyaAllah. jadikan doa kami menjadi
cahaya bagi hatinya, cahaya bagi kuburnya. rob balaslah kebaikan orang-orang
yang berbuat baik kepada kami. golongkan kami menjadi makhlukmu yang tahu diri
dan tahu balas budi ya Allah. ya Allah bukakan hati kami agar dapat merasakan
keagunganmu.
Ya Allah pemegang hati kami, kami
memohon ampun dari segala kesalahan kotoran yang selama ini masih melekat
ditubuh ini kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan kepada kedua orang tua kami
: ayah yang selama ini telah berusaha menghidupi kami membuat kami tumbuh dewasa menjadi manusia, dan kini ayah telah
memutih rambutnya, kulitnya telah habis dimakan sinar matahari, diguyur hujan,
panas, demi membesarkan kami. Maafkan dosa-dosa yang telah kami lakukan
kepadanya, berikan kami kesempatan untuk membalas budi baik ayah kami yang
masih hidup ini ya rabbi. Tapi untuk ayah kami yang telah meninggal sampaikan
doa-doa yang kami lafadzkan untuk beliau agar dialam sana dapat tempat yang
telah engkau janjikan, yaitu surga bukan tempat neraka jahanam yang ayahku akan kau siksa oleh azabMu
Ya
rahman ya rahim, ampuni dosa yang telah kami lakukan terhadap ibu yang telah
mengandung, merawat, mendidik kami hingga tumbuh dewasa, maafkan atas kesalahan
kami selama ini sering kami mencaci, membentak ini adalah kelakuan yang paling
engkau laknat terhadap kami, kami tidak menyadari betapa besar kasih sayang ibu
yang dengan 9 bulan mengandung kami, menjaga kami, dikeheningan malam beliau
datang memeluk kami untuk menghangat tubuh kami dan menetekkan air susunya
sebagai rasa cintanya kepada kami, tetapi kami hanya sering meneteskan air
matanya karena dosa yang telah kami lakukan. Inilah keburukan – keburukan kami,
untuk ibu kami yang telah meninggal
berikanlah tempat yang layak disisimu jangan engkau biarkan dia menanggung
siksa Mu, karena kami tahu Eengkau akan mengampuni dosanya dari doa-doa
anak-anak yang soleh, orang-orang yang soleh yang mendoakan kedua orang
tuannya.
Ya
rahman ya rahim, kami tidak ingin terlambat memohon maaf atas dosa yang telah
kami lakukan padanya, ketika kami melihat dia telah terbungkus kain kafan dan
kami hanya bisa melihatnya dengan tetesan air mata
jadikan kening ini menjadi kening yang
selalu nikmat bersujud kepadamu. jadikan mata kami menjadi mata yang selalu
akrab dengan ayat-ayatmu ya Allah. golongkan telinga ini, menjadi telinga yang
selalu rindu mendengar kebenaranmu. jadikan lisan kami menjadi lisan yang
terpelihara, yang selalu basah menyebut namamu, yang dapat menjadi cahaya ilmu
yang dapat menjadi jalan kebaikan, kemuliaan bagi umatmu.dan lisan yang dapat
pulang dengan menyebut namamu ya Allah. ya Allah karuniakan kepada kami jasad
yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram,
perbuatan haram. ijinkan jasad ini pulang, kelak jasad yang bersih ya Allah.
ya
Allah karuniakan kepada kami hati yang bening, hati yang tidak pernah bisa lupa
kepadamu, hati yang tidak pernah kesepian karena teringat kepadamu. Hati yang
terpesona kepadamu, hati yang selalu tentram karena yakin akan jaminanmu, hati yang
selalu kaya karena yakin akan pemberianmu, hati yang selalu merasa aman karena
yakin akan perlindunganmu yang maha kokoh. ya Allah karuniakan kepada kami hati
yang merasakan indahnya cinta, cinta kepada mu ya Allah. golongkan hari-hari
kami menjadi hari-hari yang penuh kerinduan, rindu ingin bisa pulang berjumpa
denganmu ya Allah. ya Allah jangan biarkan persoalan yang kami hadapi membuat
kami mengkhianatimu, melainkan jadikan apapun yang harus kami hadapi membuat
kami semakin dekat denganmu, semakin bersyukur atas nikmat darimu, semakin
ridho dengan ketentuan apapun darimu. semakin indah dengan kesabaran dan
semakin gigih berjuang dijalanmu. rob andai suatu saat malaikat maut menjemput
kami, ijinkanlah saat kematian kami saat terindah dalam hidup ini dengan bekal
yang cukup ya Allah. ya Allah ijinkan kami wafat khusnul khotimah. allahuma
taubatan nasuha….
allahumma hawwin ‘alainaa fisakaraatil mauti wan najaata minannaar, wal’afwa indal hisaab. ya Allah hanya engkaulah segala-galanya bagi kami, kami hanya sekedar makhlukmu yang tiada arti bagimu tapi engkau adalah segala-galanya bagi kami. ijinkan kami pulang dalam ridhomu ya Allah.
allahumma hawwin ‘alainaa fisakaraatil mauti wan najaata minannaar, wal’afwa indal hisaab. ya Allah hanya engkaulah segala-galanya bagi kami, kami hanya sekedar makhlukmu yang tiada arti bagimu tapi engkau adalah segala-galanya bagi kami. ijinkan kami pulang dalam ridhomu ya Allah.
robbanaa
aatinaa fid dunyaa hasanataan wa fil aakhi rati hasanatan wa qinnaa
‘adzaabannaar. subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yashi fuuna wasalaamun
‘alal mursaliina walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin
